SEJARAH BRIDA
Sejarah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi telah menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyadari bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan kebijakan yang tidak hanya bertumpu pada kebutuhan masyarakat, tetapi juga didukung oleh hasil penelitian, kajian ilmiah, dan inovasi yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan suatu kelembagaan yang mampu mengintegrasikan berbagai kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, dan inovasi dalam satu sistem yang terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
Sebelum terbentuknya Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), pelaksanaan penelitian dan pengembangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan melalui perangkat daerah yang menangani fungsi penelitian dan pengembangan (Litbang). Kegiatan tersebut fokus pada penyusunan kajian strategi, evaluasi kebijakan, penelitian sektoral, serta pemberian rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Seiring dengan perkembangan kebijakan nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Pemerintah Republik Indonesia melakukan kelembagaan penelitian melalui pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga yang bertugas mengintegrasikan penyelenggaraan penelitian dan inovasi secara nasional. Kebijakan tersebut menjadi tidak penting dalam memperkuat sistem riset Indonesia dan mendorong pemerintah daerah untuk membentuk kelembagaan riset yang lebih terintegrasi.
Sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi , Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah , Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional , serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pedoman dan Nomenklatur Badan Riset dan Inovasi Daerah , Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan pengaturan kelembagaan dengan pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai perangkat daerah yang secara khusus menangani urusan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, inovasi, dan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Pembentukan BRIDA Kabupaten Bojonegoro merupakan bagian dari transformasi kelembagaan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan riset dan inovasi dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan adanya BRIDA, seluruh proses penelitian dan inovasi dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sejak berdiri, BRIDA Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat perannya sebagai pusat koordinasi dan fasilitasi riset serta inovasi daerah. Berbagai program strategis dikembangkan untuk mendorong lahirnya inovasi di lingkungan perangkat daerah, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini menjadi salah satu strategi utama dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara efektif.
Selain melaksanakan penelitian dan pengembangan, BRIDA juga berperan aktif dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti fasilitasi inovasi daerah, pembinaan inovator, penyelenggaraan kompetisi inovasi, pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa), penyusunan peta jalan riset daerah, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian, hingga diseminasi hasil-hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun masyarakat.
Dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, BRIDA Kabupaten Bojonegoro mengedepankan pendekatan Pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, BRIDA berupaya menciptakan inovasi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, mendorong transformasi digital, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai institusi yang terus berkembang, BRIDA Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan (Center of Excellence) di bidang riset dan inovasi daerah. Berlandaskan semangat profesionalisme, integritas, kolaborasi, dan inovasi, BRIDA akan terus memperkuat kapasitas kelembagaan, sumber daya manusia, serta jejaring kemitraan guna menghasilkan riset yang berkualitas, inovasi yang berdampak, dan kebijakan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy).
Ke depan, BRIDA Kabupaten Bojonegoro akan terus bertransformasi menjadi motor penggerak pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan . Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, BRIDA diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing daerah, mempercepat transformasi pemerintahan, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.